Garis Cahaya Sore itu


Berdegup, ini sekedar berdegup.
Aliran darah yang tidak beraturan mengiris fikiran hingga memecah hening nya hati.
Di alun hangat nya senyum yang tak pernah berakhir untuk mengitari bumi ku yang sunyi.

Kau menjadi cahaya sore itu.
Aku menjadi saksi bisu yang tak pernah bosan memandang nya, memperhatikannya.


Tepat setelah jam sekolah berakhir, aku yang biasa menanti di sudut gerbang hanya untuk melihatnya lewat.
Adalah detik-detik singkat yang selalu terekam hebat menusuk fikiran hingga memori nya kuat, sulit untuk dilupakan.

Kamu.


ttd
Rizal Azla

Comments

Popular posts from this blog

Ilmu Melangkah (Angkat dan Turunkan)